Penggunaan dan Best Practice pada DDD

DDD cocok untuk digunakan pada project yg memiliki lifetime yg lama dan memiliki kompleksitas yg tinggi. Meskipun demikian banyak juga project kecil yg dapat menerapkan sebagian dari DDD sebagai Pattern language. Pada DDD sebagai Pattern Language hubungan dengan domain expert dan Ubiquitos language akan dihilangkan atau dikurangi. Karena kedua bagian tersebut merupakan hal yg paling sulit dilakukan dan time consuming process.

Salah satu best practice pada orang yg masih baru di DDD adalah selalulah menggunakan bahasa. Bahasa yg dimaksud tentu saja Ubiquitous Language. Bahasa merupakan kunci yg paling penting dalam membuat system yg baik. Bahasa membuat kita tahu bahwa system kita buruk atau tidak.

Jika kita memiliki permasalahan dimana ketika kita membicarakan nya dengan domain expert, domain expert tersebut tidak dapat mengerti.. berarti ada masalah dengan model kita. Dan jika domain expert menggunakan istilah atau kata yg tidak kita ketahui atau tidak terdapat dimodel maka pasti ada yg salah dengan model tersebut. Ada konsep yg hilang dari model tersebut.

Cara yang terbaik dalam membentuk UL adalah kita duduk dengan domain expert atau end user dan mendaftarkan istilah-istilah yang digunakan mereka dan menempatkannya dengan benar pada model yang kita bangun. Proses ini merupakan proses yang rumit, tetapi lama kelamaan hal tersebut akan menjadi lebih mudah. Intinya adalah kita belajar cara untuk memanipulasi bahasa tersebut ke dalam bentuk model yang benar.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: