Archive

Archive for April, 2009

[DDDD] Delta based dan Domain

April 3, 2009 1 comment

Delta based change merupakan konsep utama

Pada pendekatan repository terdahulu adalah kita menyimpan object pada state yg terakhir ke data store. Pendekatan yg dilakukan oleh greg young adalah dia tidak melakukan hal tersebut tetapi menyimpan perubahan2 atau delta perubahan dari aggregate root tersebut.
Pada pendekatan repository yg terdahulu konsep perubahan tersebut pada domain object implicit. Kita hanya mengetahui state sekarang tanpa mengetahui apa2 saja yg telah terjadi pada object itu mulai dari dia di create.

Pada DDDD implicit konsep tersebut diubah jadi explicit dan merupakan bagian dari domain language/Ubiquitos Language.
Read more…

Advertisements
Categories: DDDD, Domain Driven Design Tags: ,

[DDDD] Perubahan pada Repository

April 3, 2009 Leave a comment

Sebagian besar orang menggap bahwa repository merupakan abstraksi dari collection dimana object tinggal disana. Perubahan yg dilakukan pada DDDD adalah object2 yg tinggal pada repository bertanggung jawab untuk mengetahui perubahan statenya.

Contoh nyatanya adalah Order yg berinteraksi dengan Repository. Order hidup di dalam repository. Order akan memberikan perubahan2 yg terjadi pada dirinya semenjak dia dibuat. Repository kemudian menanyakan perubahan itu dan bertanggung jawab terhadap apa yg akan dilakukan perubahan tersebut. Salah satu yg dapat dilakukan oleh repository adalah melewatkannya ke pipeline atau langsung melakukan processing ke database.
Read more…

DDDD (Distributed Domain Driven Design)

April 3, 2009 Leave a comment

Domain yg dihadapi oleh Greg Young penemu DDDD adalah Stock Market Analytic Data dimana system tersebut terkoneksi dengan sub system lain di Toronto, New York, dll. Subsistem tersebut mengirimkan message dalam jumlah yg besar setiap second. Message-message yg masuk ke system utama dimodelkan dengan DDD. Keperluan pemodelan dengan DDD pada situasi tersebut adalah agar dapat melakukan algorithmic trading, strategy test, long term analytic.
Read more…

Categories: DDDD Tags:

Penggunaan dan Best Practice pada DDD

April 3, 2009 Leave a comment

DDD cocok untuk digunakan pada project yg memiliki lifetime yg lama dan memiliki kompleksitas yg tinggi. Meskipun demikian banyak juga project kecil yg dapat menerapkan sebagian dari DDD sebagai Pattern language. Pada DDD sebagai Pattern Language hubungan dengan domain expert dan Ubiquitos language akan dihilangkan atau dikurangi. Karena kedua bagian tersebut merupakan hal yg paling sulit dilakukan dan time consuming process.

Salah satu best practice pada orang yg masih baru di DDD adalah selalulah menggunakan bahasa. Bahasa yg dimaksud tentu saja Ubiquitous Language. Bahasa merupakan kunci yg paling penting dalam membuat system yg baik. Bahasa membuat kita tahu bahwa system kita buruk atau tidak.
Read more…

Getter and Setter adalah Domain Anti-Pattern

April 3, 2009 5 comments

Object haruslah kaya akan behavior. Object tidak memiliki bentuk. Jika kita mengekspose state dari object tersebut dengan getter dan setter, maka object yg menggunakannya akan bergantung kepada shape tersebut. Terjadilah coupling terhadap object tersebut. Internal state dari object hanya boleh diubah berdasarkan behavior object tersebut saja.

Jika kita mengeset suatu field pada sebuah object saya yakin sebenarnya ada behavior yg menuntuk kita melakukannya. Pasti ada behavior yg melatarbelakanginya tetapi kita mungkin salah menempatkannya. Mungkin kita menempatkannya di Service Layer atau bisa saja pada object yg berinteraksi langsung dengan object tersebut.
Read more…

DDD Notes

April 3, 2009 Leave a comment

Diambil dan disarikan dari casey charlton

Bounded Context

Context merupakan sisi yg berhubungan dengan bisnis sedangkan bounded context merupakan hal yg berhubungan dengan teknikal implementation
Dengan membagi aplikasi kita menjadi banyak context kita mendukung modularity, separation of concern dan loose coupling. Karena satu model tidaklah cukup untuk menggambarkan suatu permasalahan. Karena masing2 memiliki sudut pandang yg berbeda2
Read more…

Event Sourcing

April 3, 2009 Leave a comment

Event Sourcing
Pada pattern ini semua event yg terjadi itu dicapture dalam object dan kemudian disimpan sebagai log. Log ini berfungsi untuk proses auditing atau dapat digunakan untuk mengembalikan state dari aplikasi ke kondisi semula. Agar dapat membangun semuanya dari kondisi nol dari log maka sequecen nya harus dipertahankan.
Kegunaan log yg lain adalah untuk memperbaiki kesalahan yg dilakukan pada masa lalu. Klo di dunia accounting dinamakan dengan reversal adjustment atau retroactive change.

Jadi pada suatu aplikasi kita memiliki dua data untuk di kelola. Salah satu nya adalah application state. Data yg satu ini pasti ada di setiap aplikasi apapun. Application state ini menggambarkan keadaan aplikasi yg terkini atau current state. Yang kedua adalah event log. Event log menyimpan perubahan2 state yg terjadi pada aplikasi tersebut.
Read more…