Bye-Bye Assembler

Assembler pattern merupakan satu ciri khas dari aplikasi yg menggunakan Remote Facade. Fungsinya adalah mengconvert data yg ada dari domain object ke DTO (data transfer object) agar bisa ditransfer melalui network.

Setelah mendengar pencerahan2 dari milis DDD dengan pentolan2 nya Greg Young dan Udi Dahan mengenai topik CQRS. Assembler sebenarnya merupakan hal yg tidak perlu dilakukan. Assembler juga menyebabkan aplikasi menjadi lambat karena seringkali kita harus melakukan looping, convert dsb.

Tidak ada gunanya kita membaca data dari Domain Object. Jika kita menggunakan domain object untuk operasi reading maka domain object tersebut dipaksa harus mengekspose data. Setter Getter anti pattern menyelinap di sini. Klo mw reading ya langsung dari data source (reporting db) aja. Gak usah capek2 get Aggregate Root dan ngeluarin data2nya trus isikan ke DTO. Ini salah satu yg buat lambat aplikasi.

Dengan menghilankan assembler tersebut aplikasi juga dirasakan semakin cepat. Dan kompleksitas yg tidak perlu bisa dihindarkan. Jumlah kelas menurun.

Once Again. Bye Bye Old Assembler.

  1. January 20, 2010 at 10:17 am

    jadi kelen pake apa ?

    • weltam
      January 20, 2010 at 10:49 am

      klo yg query langsung aja ke database gak melalui domain model. karena gak ada gunanya membangkitkan domain model untuk query atau reporting. kan gak ada logic atau kalkulasi

      klo untuk operasi write baru pake domain model.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: