Home > Messaging, SOA > Asynchronous World

Asynchronous World

Dengan asynchronous ini kita ga perlu nunggu satu process diselesaikan dulu baru bisa ngerjain yg lain. Tinggal fire and forget aja. Jadi kita kirim pesan dan kita ga ush nunggu2 sampe prosesnya selesai dulu. Jadi prinsipnya udh sama seperti ngirim surat.

Kita misalkan kita mw ngirim surat lamaran kita ke suatu perusahaan dengan cara yg conventional. Kita kirim dari kantor pos. Ntar kantor pos yg ngirimkan ketempat tujuan tersebut. Kita ga ush nungguin terus di kantor pos sampe surat tu nyampe ditujuan. Kita bisa langsung pulang dan ngerjain urusan kita yg lain. Nah ketika surat tersebut sampai di perusahaan yg dituju, terserah perusahaan tersebut mw diproses atau tidak. Kita hanya tinggal menunggu. Klo misalnya perusahaan nya berminat ntar dia hubungin kita. Klo misalnya kita ga dipanggil2 maka kita bisa menyimpulkan bahwa lamaran tersebut gagal total.

Begitu juga halnya dengan prinsip messaging. Kita berkominikasi dengan component lain dengan menggunakan message. Trus perbedaannya dengan prinsip OOP apa ? Kan itu via message juga. Kita dulu diajarkan bahwa object saling berkomunikasi dengan saling mengirim pesan ke object lain. Mengirim pesan di sini adalah menginvoke method. Nah messaging ini bukan seperti itu. Kita tidak menginvoke method pada object lain. Tetapi benar2 mengirimkan pesan. Sepert contoh diatas ngirm surat. Kita tidak langsung datang ke perusahaan itu kan? Ga langsung main labrak aja. Dan langsung bilang “eh aku mw ngelamar ni, ada lowongan ga ?”. Kasar sekali. Hahaha. 100% bakalan ga diterima ato bahkan dipulangkan oleh satpam. Hahaha.

Dengan menerapkan prinsip Fire and Forget ini kita bisa bekerja offline. Jadi ketika satu system tidak aktif kita masih tetap bisa bekerja. Benar2 loose couple. Beda banget dengan RPC (remote procedure call). Klo server mati ya habislah semua. Nah klo yg sekarang ini dilakukan dengan message. Nah messagekan bisa disimpan. Jadi klo misalnya servernya lagi down message tersebut disimpan dulu ketika server sudah online lagi baru dikirimkan. Cool banget kan.

Masalah kenyamanan user juga menjadi penting sekali. Contohnya dulu di aplikasi web yg flicker2. Membosankan. Nah kemudian muncullah ajax. AJAX juga asynchrounous. User Inteface juga menjadi sangat responsive. Performace menjadi meningkat. Resource juga jadi lebih baik pengunaannya. Jadi kita ga perlu membebani server terlalu berat. Jadi sever bisa memprosesnya sesuai dengan ketersediannya.
Jadi prinsip untuk async architecture adalah pick-up and drop-of only. No parking. Hehehe. Jadi ga ada nunggu2.

Categories: Messaging, SOA Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: